imanto on October 17th, 2015
Image result for padi unggul indonesia
Beras tidak saja merupakan sumber pangan utama penduduk Indonesia, tetapi juga inerupakan simbol budaya dan tempat bergantung nafkah sebagian besar penduduk Indonesia. Ketersediaan beras menjadi ukuran untuk stabilitas keamanan pangan, mulai dari tingkat rumahtangga sampai tingkat nasional. Oleh karen a itu, Pemerintah Indonesia telah menetapkan tahun 2004 sebagai Tahun Padi Nasional. Hal in; da/am rangka mensukseskan program ketahanan pangan nasional dan pemberdayaan petani. Tulisan ini mencoba menguraikan beberapa hal yang perlu dilakukan pemerintah untuk mencapai kedua hal tersebut, yaitu ketahanan pangan dan pemberdayaan petani.
imanto on October 17th, 2015
Image result for ikan arwana super red
Ikan arwana super red Scleropages formosus merupakan salah satu ikan hias bernilai ekonomis tinggi. Harga ikan ini dengan panjang tubuh 15 cm adalah Rp 6-7 juta per ekor dan yang berukuran 25 cm Rp 25 juta (Apin, 2004). Budidaya ikan arwana super red dihadapkan pada kendala penyakit yang disebabkan mikroorganisme (bakteri, cendawan dan parasit). Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian mengenai mikroorganisme tersebut pada ikan arwana super red dan lingkungannya.
URI

Sumber:

imanto on September 29th, 2014

COVER Kebun Al-Quran

Kebun ini di-design dengan petunjuk-petunjuk dalam sejumlah besar ayat-ayat Al-Qur’an – maka ayat-ayat inilah yang akan menjadi panglimanya, menjadi penentu arah dan pengambil kebijakan – akan dibawa kemana kebun ini nantinya. Kemudian tentu serangkaian ilmu-ilmu terapan seperti perkebunan, pertanian, biologi, bio-teknologi dlsb. akan dikerahkan sebagai prajurit – untuk mengimplementasikannya di lapangan.

 

Design Kebun Berbasis Al-Qur’an

Sebagaimana panglima yang akan mengambil kebijakan strategis, maka ayat-ayat yang terkait dengan ke-aneka ragaman hayati itu dipetakan dahulu. Untuk mudahnya kita pahami, ayat-ayat tersebut divisualisasikan dalam ilustrasi di samping.

Ukuran bulatan disesuaikan dengan banyaknya suatu jenis tanaman disebut di Al-Qur’an, ini kurang lebih mewakili tingkat kepentingan tanaman tersebut bagi kehidupan manusia. Misalnya kurma, disebut sampai sekurangnya 20 kali – maka kurma ini yang kita gambar paling besar. Dari kurma inilah kita memulai rancangan kebun kita ini.

Kemudian tanaman-tanaman lain ada yang disebut dalam sejumlah ayat berdampingan dengan penyebutan kurma. Misalnya anggur, disebut tidak kurang dari 9 kali berdampingan dengan kurma. Zaitun, tidak kurang 5 kali disebut berdampingan dengan kurma. Delima disebut 3 kali berdampingan dengan kurma, demikian pula biji-bijian.

Biji-bijian (leguminosa) bahkan dalam dua ayat disebut mendahulu tumbuhnya kurma (QS 36:33 ; QS 6:99), karena dia berfungsi sebagi tanaman perintis yang mengikat nitrogen dari udara. Dia mengantarkan lahan yang semula mati/gersang sampai layak untuk ditumbuhi kurma dan kemudian juga tanaman-tanaman lainnya.

Ada juga yang disebut tidak secara berdampingan tetapi masih dalam rangkaian ayat-ayat yang membahas hal yang sama, sehingga masih dalam konteks yang sama. Misalnya padi-padian yang melengkapi kebun kurma (QS 18:32) atau ditanam sesudah kebun kurma memancarkan air – setelah tanah subur (QS 36:35), untuk melengkapi kebutuhan tanaman pangan bagi manusia.

Dalam konteks yang sama dengan makanan bagi manusia, juga ada ayat yang mengisyaratkan pentingnya memperhatikan makanan ternak kita (QS 80 :32). Untuk itu kita juga harus menanam rumput-rumputan (QS 80 :31).

Ada juga pelajaran khusus dari Surga, yaitu tanaman buah pisang (QS 56:29) yang disebut di antara buah yang banyak – yang tidak disebutkan secara langsung namanya satu persatu (QS 56:32), disebut pula bahwa ada buah yang tidak berhenti dan tidak pula terlarang untuk mengambilnya (QS 56:33). Para ahli tanaman dan ahli buah tahu, bahwa pisang adalah buah yang tidak mengenal musim !.

Maka kurang lebih seperti ilustrasi di atas-lah isi kebun yang dirancang berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an itu. Mulai dari tanaman perintis dari jenis biji-bijian, kemudian masuk tanaman utama yaitu kurma. Berdampingan dengan kurma dalam jumlah mengikuti ukuran yang paling banyak adalah anggur, kemudian diikuti zaitun dan delima.

Untuk mengimbangi buah-buhan yang rata-rata ada musimnya masing-masing, diisi pula dengan buah yang tidak mengenal musim yaitu pisang. Di tanah subur yang terbentuk melalui ecosystem kebun ini, kemudian juga ditanam padi-padian seperti beras dan gandum – melengkapi makanan yang kita butuhkan.

Karena kita juga butuh makan daging, maka tidak lupa kita memperhatikan pakan ternak kita – untuk ini rumput-rumputan juga harus ditanam di tempat-tempat yang sesuai. Agar ternak kita tumbuh dengan gizi terbaik, maka di antara tanaman Anggur juga ditanam tanaman Alfaafa – yang secara khusus disebut sebagai tanaman yang bergizi tinggi.

Dalam Al-Qur’an bahasa Inggris terjemahan Yusuf Ali – QS 80 :26 diterjemahkannya menjadi “and grapes and nutritious plants” (dan anggur dan tanaman bergizi tinggi), lebih menggigit ketimbang yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia “anggur dan sayur-sayuran”. Professor Zaghloul El Naggar – penulis mu’jizat Al-Qur’an – mengartikan tanaman bergizi tinggi itu adalah Alfaafa (Alfalfa – Medicago sativa), karena secara ilmiah memang juga terbukti bahwa tanaman inilah jenis tanaman yang memiliki gizi paling tinggi itu.

Tanaman Alfaafa yang membutuhkan sinar matahari yang banyak untuk pertumbuhannya, bisa hidup berdampingan dengan anggur karena karakter anggur yang merambat. Rambatan anggur bisa dibuat vertical seperti pagar tanaman, sehingga dia tumbuh sempurna tanpa memerlukan space yang banyak. Anggur bersimbiose dengan alfaafa yang mempertahankan suhu tanah dan mengikat nitrogen banyak-banyak di akarnya – untuk kesuburan lahan yang dibutuhkan tanaman anggur.

Maka sekali lagi perhatikan pada ilustrasi di atas, betapa satu demi satu tanaman saling melengkapi. Ada yang menyuburkan lahan, ada yang menghasilkan buah, ada yang memancarkan mata air, ada yang memberi hasil bercocok tanam, ada yang tetap berbuah ketika yang lain tidak berbuah, ada yang menyediakan pakan untuk ternak – yang kemudian memberi daging dan susu bagi manusia.

Maka inilah kurang lebih kebun pangan yang bisa berkelanjutan untuk mencukupi pangan bagi manusia sambil terus menjaga lingkungan itu.

Tentu ibarat bola salju, design ini masih perlu terus disempurnakan oleh yang lebih tahu. Tetapi bahwasanya design ini insyaAllah akan menjadi design yang sustainable, karena sekarang-pun Anda bisa melihat buktinya design serupa yang telah hidup lebih dari 2,000 tahun dan sampai sekarang masih ada – yaitu bukti food forest yang ada di Marocco – yang dapat Anda saksikan video-nya di link ini.

Perhatikan baik-baik jenis-jenis tanaman yang disebutkan di video tersebut, Anda akan temukan hampir secara keseluruhan tanaman yang ada di design kebun berbasis Al-Qur’an  tersebut di atas – juga ada terwakili di food forest yang berumur lebih dari 2,000 tahun ini.

Ketika petunjuk itu begitu jelas (QS 2:185), dan bukti ilmiahnya di muka bumi begitu nyata (QS 51:20) – Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan ?” (QS 55:13) ?

Jawabannya adalah tinggal kita ikuti petunjukNya itu dan semaksimal mungkin kita amalkan di lapangan. Insyaallah kami sedang merintis kebun percobaan ini di Jonggol, mudah-mudahan kelak bisa terus bisa disempurnakan oleh anak cucu kita dan digandakan di berbagai tempat lainnya. Tentu saja ini menyakut pekerjaan besar dan lama, maka melalui tulisan ini saya juga mengajak pembaca untuk membantu kami merealisasikannya – dengan cara apapun yang Anda bisa. InsyaAllah bersama-sama kita akan menggelindingkan bola salju yang lebih besar, bola salju yang memakmurkan dunia, bola salju yang menjadikan ayat-ayatNya sebagai panglima. InsyaAllah.

Catatan:

Hampir keseluruhan bibit tanaman yang ada pada design kebun tersebut di atas sudah kami kumpulkan untuk persiapan pengembang biakannya, yang belum ada adalah bibit pohon zaitun dan delima. Kalau di antara pembaca ada yang bisa membantu, insyaAllah akan menjadi amal yang berkelanjutan bagi Anda.

 

sumber : http://www.geraidinar.com/index.php/using-joomla/extensions/components/content-component/article-categories/81-gd-articles/entrepreneurship/1237-kebunku-kebun-al-qur-an

imanto on December 2nd, 2013

kurma1

Headline harian Republika hari ini (30/09/2014) adalah “Jakarta Mulai Sulit Air”, bisa ditebak sekitar 3 – 4 bulan dari sekarang akan ada headline yang berjudul sebaliknya “Jakarta Lumpuh Dikepung Banjir” . Dua kondisi ekstrem yang biasanya hanya berjarak 3-4 bulan saja di Jakarta, dan ini terus berulang. Masalah yang sebenarnya nampak sederhana, namun belum juga teratasi meskipun gubernur berganti gubernur entah yang ke berapa kalinya. Mengapa demikian ? Karena manusianya belum juga mau belajar.

 

Mungkin juga sudah belajar, tetapi sumber pelajarannya yang idak memberikan solusi yang seharusnya. Atau mungkin juga sudah belajar dan mendapatkan solusi yang seharusnya, tetapi tidak kunjung diterapkan. Yang jelas bahwasanya problem tersebut terus berulang bahkan dengan kecenderungan intensitas yang semakin tinggi – menunjukkan masih ada something seriously wrong dalam pengelolaan air di Jakarta dan sekitarnya.

 

Lantas bagaimana kita mengatasi problem kekeringan ini yang sekaligus juga mengatasi problem banjir ? Tidak ada solusi yang lebih tepat selain belajar dari petunjukNya semata. Dia Yang Maha Tahu bahkan mengingatkan sampai 4 kali dalam satu surat, agar manusia belajar dari Al-Qur’an yang sudah dibuatNya mudah untuk menjadi pelajaran atau peringatan.

 

Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (QS 54 : 17, 22, 32, 40)

 

Bahwa solusi Al-qur’an itu mudah dan bisa dilakukan oleh siapa saja – tidak harus menjadi gubernur Jakarta – untuk mengatasi banjir, ini misalnya ada di surat Yaasiin ayat 33-34. Yaitu bila kita menghidupkan bumi dengan biji-bijian yang dimakan dan kemudian menaman kurma dan anggur, maka bumi ini akan memancarkan mata air ! Inilah solusi yang paling murah agar Jakarta kembali memiliki mata air.

 

Dari mana air yang muncul di mata air tersebut ?, dari air hujan yang ‘dikelola’ oleh perakaran pohon kurma. Maka dengan satu solusi ini , dua masalah teratasi yaitu masalah banjir dan sekaligus masalah kekeringan.

 

Mungkin Anda membayangkan bahwa solusi ini hanya efektif dalam jangka panjang. Bisa jadi demikian, tetapi perhitungan saya mestinya tidak lebih lama dari dua kali masa jabatan gubernur saja atau tepatnya 7 tahun berdasarkan sejumlah referensi (usia kurma, surat Yusuf dan surat Al-Fath). Ini bukan sekedar teori, tetapi hasil pengamatan dari petunjuk Allah di surat Yaasiin tersebut setelah kita amalkan.

 

Bibit Kurma 1.5 Tahun Setelah Disemai Dari Biji

Perhatikan pada bibit kurma yang berumur sekitar satu setengah tahun di samping, perhatikan khusus perakarannya yang sengaja saya buka sedikit – betapa kurma usia 1.5 tahun ini memenuhi pot yang besar dengan system perakarannya. Bibit kurma inilah yang angkatannya saya foto sekitar 1.5 tahun lalu dalam tulisan : “Mencari Kebahagiaan Dengan membibit Sendiri Kurma”.

 

Struktur perakaran semacam inilah yang insyaAllah akan sangat efektif ‘menangkap’ air hujan yang turun kemudian menahannya untuk bertahan di tanah selama mungkin, kemudian mengeluarkannya bertahap dalam bentuk mata air-mata air. Bila setelah membaca tulisan satu setengah tahun lalu tersebut Anda melakukan hal yang sama dengan yang kami lakukan, maka bibit kurma yang sama insyaAllah juga sudah Anda miliki.

 

Yang belum berhasil kemungkinan hanya karena factor tanah yang kurang porositasnya – tinggal dicampur pasir dan kompos. Atau kurang panasnya, tinggal ditaruh di tempat yang mendapatkan panas maksimal di sekitar rumah Anda – bisa di atap rumah Anda kalau perlu.

 

Bibit-bibit yang seusia ini sebenarnya sudah waktunya untuk ditanam di tanah, yang satu ini saya biarkan di pot karena untuk pengamatan perkembangan perakaran dan daunnya lebih lanjut.

 

kurma2

Pohon Kurma Usia Satu Tahun Sejak Penanaman Di Tanah

Bila kurma seusia ini ditanam di tanah, setahun kemudian kurang lebih akan menjadi seperti pada foto di samping. Lihat pada bonggolnya yang besar dan daun-daunnya yang semakin kokoh. Ini adalah foto kurma yang kami tanam di kebun KKP di Jonggol.

 

Melihat perkembangan pertumbuhan pohon-pohon kurma yang tumbuh sangat baik di tanah yang semula gersang di Jonggol ini, kita bisa melihat betapa dekatnya janji Allah akan mata air-mata air yang insyaAllah akan memancar dari kebun-kebun yang ditanami kurma tersebut. Bahkan kebun ini sekarang dapat Anda miliki dalam program KKP !

 

Jadi untuk mengatasi kekeringan sekaligus juga banjir Jakarta, masyarakat mestinya tidak usah berharap atau tergantung terlalu banyak pada apa yang dilakukan oleh gubernur dan jajarannya. Sudah 69 tahun merdeka, nyatanya belum ada yang bisa mengatasinya kok !, mau ditunggu sampai kapan ?

 

Yang bisa dilakukan adalah masyarakatlah yang mengambil langkah konkrit, belajar dari sumber ilmu yang hak – yang kebenarannya abadi sepanjang jaman dan kemudian bener-bener berbuat mengikuti petunjukNya tersebut. Maka insyaAllah keberkahan itu akan datang dari langit dan dari bumi – termasuk tentu saja teratasinya masalah kekeringan dan banjir tersebut di atas. InsyaAllah.

 

Sumber : http://www.geraidinar.com/using-joomla/extensions/components/content-component/article-categories/84-gd-articles/umum/1483-manusia-yang-tidak-belajar

Title: Analisis Usahatani Tebu dan Nontebu di Lokasi Pabrik Gula Djombang Baru
Author: Ustha, Mardjan
Abstract: Tujuan Praktek Lapang ini adalah untuk mengetahui pendapatan usahatani tebu dan nontebu, sekaligus untuk membandingkan antara besarnya pendapatan dari usahatani tebu dengan besarnya pendapatan dari usahatani nontebu. Untuk mencari tujuan tersebut didekati dengan metoda survai. Tanaman nontebu yang banyak diusahakan di lahan sawah lokasi PG. Djombang Baru adalah padi, jagung, kedelei, kacang tanah dan tembakau. Pola tanam yang umum ditemui adalah padi I – padi II, padi I – padi II – palawija, padi I – tembakau, dan padi I – palawija – palawija.
URI: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/29313
Date: 1984

Title: Pengembangan model empiris untuk penentuan tingkat ketuaan dan kematangan durian unggul secara non destruktip dengan gelombang ultrasonik;
Development of empirical model for non-destructive determination of maturity and ripeness of prime quality durian with ultra sonic
Author: Haryanto, Bambang
Abstract: Durian (Durio zibethinus Mun) is one of the exotic tropical fruits in Indonesia having a high economic value. Determining the maturity and ripeness of durian non-destructively is a serious problem in selecting durian. Consequently, a non-destructive method for determinating of maturity and ripeness of the durian pulp is a real need. The objective of this research was to determine the maturity and ripeness of durian, non-destructively, through its acoustic characteristics. In achieving such objective, the research is divided into several specific objectives, i.e. (1) to determine the physical characteristics and the criteria of immature and mature durians; (2) to determine the acoustic characteristics of immature and mature durians; (3) to determine the impacts of artificial ripening on the acoustic characteristics of durian; (4) to determine the acceptability of consumer on the artificial and natural ripened durian; (5) to determine the acoustic characteristics of the fruit components; and (6) to develop the empirical model for determination the maturity and ripeness of durian. The material used in the research was a prime quality durian of Sunan cultivars, originated from the durian estate of Bernard Sadhani at Cianjur District, West Java.
URI: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/41023
Date: 2002
imanto on November 25th, 2013

Badge Image-IPB

1. Test Download Yahoo Messenger

Badge Image-IPB

imanto on November 25th, 2013
Mashable
Aplikasi Snapchat di iPhone.

KOMPAS.com — Dominasi Facebook sebagai media berbagi foto dan video pribadi mulai tergeser, setidaknya di negeri asalnya, Amerika Serikat. Sekarang, ada aplikasi lain yang lebih menarik perhatian anak-anak muda di sana. Namanya, Snapchat.

Snapchat adalah aplikasi untuk berbagi foto yang unik. Cara kerjanya sederhana.

Penggemar film Mission Impossible pasti tahu bahwa setiap kali Ethan Hunt, sang jagoan, menerima perintah atau pesan rahasia terkait misi yang harus dia tangani, pesan tersebut secara otomatis akan hangus dan hilang tanpa jejak setelah dibaca olehnya. Nah, cara kerja Snapchat pun semacam itu.

Pengguna bisa mengambil foto atau video yang ingin dikirimkan melalui Snapchat, mengatur berapa lama foto itu bisa dilihat oleh si penerima, lalu mengirimkannya kepada teman. Maksimal waktu yang disetel untuk melihat pesan foto atau video itu adalah 10 detik. Setelah waktu tersebut habis, pesan akan dihapus secara otomatis dari ponsel si penerima.

Snapchat dikembangkan oleh dua anak muda, Evan Spiegel (22 tahun) dan Bobby Murphy (24). Saat ini, Spiegel menjabat sebagai CEO dan Murphy sebagai CTO di Snapchat. Dalam blog perusahaan, Spiegel berkisah tentang awal mula pengembangan Snapchat.

Spiegel dan Murphy bertemu di Standford University pada tahun 2009. Saat itu, Spiegel adalah mahasiswa baru di jurusan Desain Produk, sementara Murphy tengah mengejar gelar sarjana Matematika dan Ilmu Komputer.

Proyek pertama mereka adalah “Future Freshman”, sebuah situs web untuk membantu para siswa SMA dan orangtua mereka untuk mengikuti proses penerimaan mahasiswa perguruan tinggi. “Website itu gagal menarik perhatian, tetapi kami belajar tentang satu hal yang penting—kami senang bekerja sama,” tulis Spiegel dalam sebuah posting-an di blog tersebut.

Pada April 2011, Spiegel dan Murphy mulai berpindah fokus ke urusan mobile photo-sharing. Karena saat itu sudah ada banyak aplikasi photo-sharing yang menarik, maka mereka merasa perlu mengembangkan sebuah aplikasi yang berbeda dari yang pernah ada.

Sebelum mengembangkan Snapchat, mereka sempat mendengarkan curhat orang-orang tentang fitur “tagging” di Facebook yang terkadang merepotkan. Karena internet merupakan ruang yang sangat terbuka, siapa pun bisa melihat foto kita di jejaring sosial.

Spiegel dan Murphy mendengar cerita-cerita lucu tentang kerepotan para pengguna Facebook menghapus tagging foto-foto mereka di jejaring sosial sebelum melakukan wawancara kerja. Ada pula orang-orang yang tidak suka namanya di-tag pada foto yang menampilkan wajah mereka yang sedang tampak jelek atau berjerawat. Selain itu, banyak juga orang yang berpendapat bahwa foto-foto “nyeleneh” sebaiknya hanya dilihat oleh orang-orang terdekat saja.

Akhirnya, mereka pun mendapat ide membuat aplikasi mobile photo-sharing yang bisa menghapus foto secara otomatis. Dengan aplikasi ini, para pengguna bebas berfoto dengan ekspresi seaneh dan selucu mungkin, lalu menunjukkannya hanya kepada orang-orang tertentu. Dan yang terpenting, foto-foto itu tidak akan tersimpan dalam memori ponsel siapa pun.

Pada September 2011, Snapchat akhirnya diluncurkan di AppStore. Tak butuh waktu lama bagi Snapchat untuk menjaring pengguna. Pada Januari 2012 saja, jumlah foto yang masuk dalam lalu lintas aplikasi mobile tersebut mencapai lebih dari 5 juta per hari.

Versi untuk Android yang dirilis pada November 2012 menambah jumlah pengguna Snapchat. Pada bulan Mei 2013, tercatat 150 juta foto diunggah setiap harinya melalui Snapchat.

Karena keunikannya, Snapchat masuk dalam daftar 10 aplikasi paling top di AppStore. Banyak investor pun tertarik untuk mendanai startup (perusahaan rintisan) tersebut. Pada Juni 2013, Snapchat mendapatkan dana investasi senilai 60 juta dollar AS dari Institutional Venture Partners.

Nilai valuasi Snapchat pun telah mencapai 800 juta dollar AS, atau lebih tinggi daripada nilai valuasi Instagram ketika dibeli oleh Facebook sebesar 1 miliar dollar AS tahun lalu. Nilai valuasi Instagram saat itu “hanya” 500 juta dollar AS.

Editor: Reza Wahyudi
imanto on September 27th, 2011

Pelatihan ICT Mahasiswa IPB 2011

Malam ini ketika mencari bahan untuk blog, saya mengecek account Twitter saya dan kebetulan saya menemukan artikel menarik dari http://googlesystem.blogspot.com/2010/04/android-on-iphone.html. Di artikel tersebut dituliskan bahwa sebuah developer team dari iPhone untuk aplikasi jailbreaking berhasil menginstall Android OS pada iPhone.

Konsep yang digunakan oleh dev team tersebut adalah dengan mengganti Apple Bootloader dengan Bootloader lain yang bersifat Open Source yaitu OpeniBoot. Penggantian Bootloader tersebut memungkinkan dev team tersebut untuk menginstall sistem operasi lain. Dengan mampunya Android diinstall pada iPhone, hal ini bisa bermanfaat untuk mendapatkan Flash pada iPhone anda dimana Flash merupakan salah satu bentuk aplikasi yang tidak disupport oleh perusahaan Apple dalam produknya.

Selain pada iPhone, ternyata Android juga dapat diinstall pada Handset dengan sistem operasi Windows Mobile 6.X, seperti yang didapatkan dari sumber http://www.redmondpie.com/how-to-dual-boot-windows-mobile-and-android-on-windows-phone-9140407/.

Menurut sumber tersebut, hal itu dimungkinkan dengan penggunaan software Gen.Y DualBOOT untuk meninstall Android OS dan Windows Mobile OS pada handset yang sama. Saya sendiri belum sempat mencari referensi pengaruhnya ke memori handphone dan kecepatan kerja.

Dual Boot Windows Mobile and Android

Gen.Y DualBOOT supports WVGA, VGA and QVGA devices and can be used to boot Android

(Sumber)

Mungkin saya akan update lagi artikel ini ketika saya juga sudah mencoba menginstall Android OS di Windows Mobile Phone saya. Satu hal yang bisa saya tangkap, platform Android OS yang luar biasa fleksibel dan bersifat Open Source tentu bisa menjadi ancaman bagi OS Smartphone seperti Apple dan Windows Mobile di masa depan. Manfaat dengan adanya penggunaan Dual Boot ini anda mampu membuat handset anda memiliki fitur yang saling melengkapi antara masing-masing OS, seperti penggunaan Flash pada iPhone.

Untuk referensi lebih lanjut, silakan diklik link menuju web referensi di atas. Terima kasih bagi yang sudah membaca, semoga bermanfaat !

*Update : Ternyata setelah Googling hari ini dengan sangat berat hati saya harus kecewa karena Handset saya(Windows Mobile) ternyata tidak bisa menggunakan aplikasi ini. Handset yang mampu menggunakan Gen Dual Boot harus memiliki tipe display VGA,QVGA, dan sejenisnya. Dan kelihatannya aplikasi ini didesain untuk Smartphone HTC, seperti HTC Diamond dan Blackstoren, dan sejenisnya yang menggunakan layar sentuh. Apabila mungkin diantara pembaca ada yang pernah mencoba atau mengerti cara dual boot ini tolong dishare yah, karena saya sendiri juga penasaran ingin mencoba Android 😀